Sunday, March 15, 2009

Matahari,sumber energi tanpa Batas!

Beberapa dekade belakangan ini,suhu rata-rata atmosfir dan permukaan laut mengalami peningkatan yang drastis.Efek negatif peningkatan suhu itu banyak dirasakan oleh hewan,tumbuhan dan juga manusia.Faktor utama yang menyebabkan peningkatan suhu tersebut-atau yang sering disebut dengan pemanasan global-adalah pengeluaran drastis Gas efek rumah kaca(karbondioksida,methan,CFCs,dll) hasil pembuangan aktivitas industri manusia.

Akhir-akhir ini para ilmuwan dari seluruh dunia,sedang `berebut`menemukan energi pengganti yang murah dan ramah lingkungan.

Saat ini,sumber energi yang sangat diharapkan dapat menjadi energi pengganti yang sangat berpotensi adalah energi matahari.Matahari,sumber energi tanpa batas,murah,ramah lingkungan dan mudah untuk mendapatkannya.Itulah sebabnya energi matahari sangat menarik perhatian para ilmuwan untuk meneliti tentang energi matahari tersebut.

Coba saja dibayangkan,Energi yang berasal dari matahari dalam waktu satu jam sebanding dengan jumlah energi yang dikonsumsi oleh seluruh manusia di muka bumi ini selama satu tahun lebih.

....bersambung

Sel surya DSC,dengan cara simpel tetapi punya masa depan yang menjanjikan

Bagaimana sebenarnya cara kerja Sel surya DSC ini?
Sesimpel apakah dia?image from www.postech.ac.kr/chem/mras/eunju.html
Silakan amati baik-baik gambar di atas.
Secara sederhana DSC tersusun dengan urutan CONDUCTIVE GLASS-SEMICONDUCTOR(TiO2)-DYE(pewarna)-ELECTROLYTE-COUNTER ELECTRODE(Pt).
Cara kerjanya,Photon yang berasal dari cahaya matahari diserap oleh Dye(pewarna) dan kemudian dihasilkan elektron.Elektoran akan berpindah dengan cepat ke semikonduktor,dan kemudian dialirkan ke counter electrode,setelah itu elektron berpindah melalui larutan elektrolit(proses redox),dan kembali lagi ke Dye.Proses ini berputar terus membentuk siklus,sehingga arus listrik dapat dihasilkan.
Untuk semakin mudah memahaminya.Silakan nikmati Video berikut.




How It`s made,solar panels->Silikon Type

Dye sensitized solar cells(DSC)-Sel surya dengan zat pewarna

Saat ini,sel surya jenis silikon masih lebih dominan diproduksi oleh berbagai kalangan.Namun,karena faktor keterbatasan jumlah silikon,alat produksi yang dibutuhkan besar dan mahal,dan loss silikon dalam jumlah besar pada saat produksi yang belum bisa dihindari,menyebabkan sel surya jenis silikon menjadi sangat mahal,padahal jumlah efisiensi yang dihasilkan belumlah seberapa(kurang lebih 14~18%).
Pada tahun 1991,Prof.Graetzel mengumumkan hasil yang sempat mengejutkan publik peneliti solar cells.Sel surya jenis DSC(Dye sensitized solar cells) yang ditelitinya mampu mengahasilkan efisiensi hingga 11%,sangat luar biasa.Sel jenis ini sering disebut juga sel Graetzel.Tidak hanya itu,menurut teori matematis efisiensi maximum dari sel surya jenis DSC ini mampu mencapai 33%,harganya sangat murah dan proses pembuatannya mudah.Inilah jenis sel surya harapan yang akan mengganti sel surya jenis silikon.Oleh karena itu,penelitian tentang sel surya jenis ini menjadi populer di semua negara maju.
Pada sel Graetzel,semikonduktor yang digunakan adalah TiO2(Titanium dioxide) dan pewarnanya adalah jenis Ruthenium yang mempunyai panjang gelombang serap cahaya yang luas.
Video di bawah ini adalah salah satu contoh penelitian ttg sel surya jenis DSC,yg dikembangkan oleh Shimane institute for industrial technology,Jepang.

Friday, March 13, 2009

Sel surya,harapan baru dunia

Oleh Gagat sukmono

Sel surya,atau yang juga sering disebut sel photovoltaic pertama kali menjadi bahasan publik pada awal abad 19.Sel surya adalah perangkat semikonduktor yang dengan hadirnya cahaya matahari mampu menghasilkan energi listrik.Pertama kali dapat dijelaskan secara ilmiah berdasarkan hipotesa quantum cahaya yang dikeluarkan Einstein pada tahun 1905.Menurut penuturan Einstein,selain memiliki karakteristik gelombang,cahaya matahari juga terdiri dari kumpulan photon-photon yang memiliki energi.

Sehingga,apabila cahaya matahari mengenai sel surya maka energi yang dimiliki photon akan diserap oleh molekul di dalam sel surya dan kemudian energi cahaya tersebut dirubah menjadi energi listrik.Dalam proses perubahan energi ini,semikonduktor adalah tokoh kunci yang berperan sehingga sel surya dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Hipotesa Einstein tidak semata-mata dengan mudah diterima khalayak ilmuwan pada saat itu.Buktinya,dihitung semenjak hipotesa Einstein berhasil menemukan fenomena photovoltaic hampir satu abad lamanya barulah teori tersebut dikembangkan secara pesat.

Bagi manusia terutama para ilmuwan,tentunya ibarat gayung bersambut.Di tengah krisis energi,di saat efek pemanasan global yang kian mengkhawatirkan,olah pikir para ilmuwan diarahkan untuk memikirkan pemanfaatan energi matahari yang sangat sangat luar biasa.Bayangkan saja,Energi cahaya matahari yang sampai ke atas bumi ini dalam selang waktu satu jam jumlahnya sama dengan energi yang dikonsumsi oleh umat manusia diseluruh dunia dalam waktu kurang lebih satu tahun.Untuk mencukupi kebutuhan energi dunia tentunya cahaya matahari adalah tunas harapan baru yang akan menjadi ladang baru peneletian para ilmuan. Sel surya,sebagai salah satu perangkat penghasil listrik,bila dibandingkan dengan penghasil listrik yang lain seperti minyak bumi dan batu bara,pengeluaran gas karbondioksidanya sangat sedikit.Selain itu juga tidak membutuhkan bahan bakar lain,air pendinginpun tidak diperlukan,tidak menghasilkan polusi suara seperti layaknya mesin penghasil listrik yang lain,cara mendapatkan sumber energinya begitu mudah,murah meriah dan juga mudah untuk membuatnya.Dari beberapa kelebihannya tersebut,sel surya bisa diletakkan di manapun,dari halaman rumah di perkotaan hingga gurun pasir nan luas.

Seiring dengan banyaknya penelitian tentang sel surya,makin banyak pula jenis-jenis sel surya bermunculan dengan ciri khas dan efisiensi yang berbeda-beda.Ada jenis sel surya yang memanfaatkan Kristal silikon sebagai semikonduktornya,ada juga sel surya HIT(Heterojunction with Intrinstic Thin-Layer),jenis CIGS(tersusun dari tembaga,indium,gallium dan serenium),dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak jenis sel surya,yang paling menarik perhatian saya adalah jenis Dye-sensitized Solar cells(Sel surya yang menggunakan zat warna).

Di bandingkan jenis sel surya yang lain,jenis yang satu ini tergolong paling murah bahannya,juga paling mudah untuk memproduksinya.Secara ilmiahnya,jenis sel surya yang satu ini memanfaatkan senyawa titania dioksida sebagai semikonduktor yang berperan penting dalam perubahan energi cahaya menjadi energi listrik.Dan molekul yang digunakan untuk menyerap energi cahaya adalah zat warna.Secara umum,segala jenis zat warna dapat digunakan untuk menyerap energi matahari,namun tentunya setiap zat warna memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyerap energi matahari tersebut.Dalam banyak penelitian,zat warna yang sering digunakan adalah jenis pewarna Ruthenium,florescein,eosin Y,dan juga black dye.Perangkaian sel surya jenis ini sangat mudah,untuk membuat satu rangkaian sederhananya hanya dibutuhkan dua potong kecil kaca yang salah satu permukaannya dapat mengalirkan listrik,pada umumnya menggunakan kaca tipis yang sudah terlapisi ITO(Indium Tin Oxide).Salah satu kacanya dilapisi dengan cairan titania dioxide yang sudah dicampur dengan HNO3,ethanol dan air dengan takaran tertentu.Kaca itu dilapisi dengan proses yang disebut dip coating.Kemudian zat warna yang juga sudah dilarutkan dilapiskan ke permukaan kaca yang sudah dilapisi titania dioksida yang sudah dipanaskan selama 30 menit dalam suhu 500 derajat.Setelah selesai kemudian dikeringkan beberapa saat lamanya,sementara itu di permukaan kaca yang satu lagi,dengan proses coating menggunakan alat khusus,platina dilapiskan di permukaan tersebut yang fungsinya untuk dijadikan sebagai elektroda.Proses terakhir sebelum perangakaian sel surya ini adalah pembuatan larutan elektrolite.Sebagai elektrolite yang digunakan adalah Iodine.Setelah lengkap,maka sel surya pun akan terangkai dengan mudah,hanya dengan menempelkan masing-masing permukaan kaca yang sudah dilapisi zat warna dan platina kemudian dicelupkan ke dalam elektrolite.Dengan memakai kabel positif negative yang disambungkan ke amperemeter maka rangkaian sel surya sebagai alat percobaan sudah rampung.Begitu sederhana khan.

Jika cahaya dikenakan ke dalam rangkaian tadi dapat dipastikan jarum pada amperemeter akan bergerak,itu menandakan rangkaian sel surya yang sudah dibuat dapat mengahasilkan arus listrik.

Untuk menunjukkan kualitas perangkat sel surya,sebagai acuan umumnya adalah dilihat dari efisiensinya saat menghasilkan energi listrik.

Saat ini,efisiensi tertinggi jenis sel surya menggunakan zat warna yang diumukan publik ilmuwan jepang hanya berkisar 11% dengan black dye sebagai zat warnanya.

Untuk kedepanpun peneleitian sel surya secara umum maupun jenis dye-sensitized solar cells tentunya akan terus menjadi perhatian para ilmuwan di seluruh penjuru dunia.

Referensi:

1. Tokoton yasashi Taiyou Denchi no hon,NDC 549 B&T books.

2. Kankyou Chouwagata Shinzairyou series,Taiyou denchi zairyou,Nihon Seramikkusu kyoukai.


image 1 www.barden-uk.com/photovoltaic-solar-panels.html

image 2www.postech.ac.kr/chem/mras/eunju.ht

image 3http://www.solarisnano.com/images/handheldcell.png


Panel surya jenis DSC,mereka berbondong-bondong meneliti ini

  • Batere HaPe habis di tengah perjalanan,padahal lagi mesra nih ama si do`i..
  • Hatipun jadi sering was-was,kalau-kalau tawaran bisnis datang ketika HaPe sedang tidak aktif..

HaPe bisa beralih fungsi jadi “gilingan cabe”..hehe..

Kira-kira hal seperti di atas adalah salah satu faktor yang terus menginspirasi para peneliti untuk mengembangkan “Dye sensitized Solar Cells”.(Untuk selanjutnya disingkat DSC)

Sangat menarik,panel surya ditempel di baju dengan desain yang fantastis.Enak dipandang,hemat dikantong,praktis dipakai di kampung yang belum ada listrik,atau pas dapet giliran mati lampu..:D

Panel surya dapat energi dr matahari,melalui peran zat warna dan juga semiconductor yang ada dalam panel surya DSC,energi matahari dirubah menjadi listrik,nah baju yang sudah ditempeli panel surya tinggal didesain dan ditambah colokan..kapan dan di manapun asal matahari masih bercahaya.

Kalkulator memakai DSC juga merupakan bentuk aplikasi lain dari kegunaan DSC.

Atau bisa juga ditempel di payung,colorfull,cakep,ramah lingkungan,dan gaul teknologi.

Itu baru contoh kecilnya saja,saat ini Penelitian terus dikembangkan,penelitian tentang apa?Tentang bagaimana meningkatkan efisiensi DSC supaya jumlah energi yang diterima dari matahari jauh lebih bisa dimanfaatkan.

DSC banyak mempunyai keunggulan dibandingkan panel surya biasa(yg menggunakan silikon),disamping tempat aplikasinya yang begitu variatif,biaya bahannya murah,mudah membuatnya,secara teori tingkat efisiensinya lumayan tinggi.Tidak heran kalau para pakar energi Jepang baik yg ada di pemerintahan hingga tingkat peneliti di perguruan tinggi ‘berbondong-bondong’ meneliti ttg cara peningkatan efisiensi DSC ini.Bukan hanya peneliti di Jepang,di korea,cina,amerika,jerman dan negara-negara maju di eropa yg lain juga sama berebut bagian untuk mengembangkan panel surya jenis DSC ini.Terbayang khan,betapa menjanjikannya prospek ini sehingga begitu dikejar-kejar banyak kalangan.

Project pencarian sumber energi ramah lingkungan,mudah dan murah,save the earth..

–>Gambar-bambar di atas adalah hasil aplikasi dari penelitian di Universitas Gifu(salah satu univ yang unggul di bidang DSC di jepang dan dunia,dan akan jadi tempat belajar s2 saya mulai bulan depan insyaAllah)

Gagat sukmono

Matahari,sumber energi tanpa batas

Selamat datang di blog kami.
Blog ini membahas tentang terobosan penelitian mengenai energi baru yang dikembangkan diberbagai belahan dunia.
Nantikan berita-berita menarik seputar energi re-newable dan penjagaan kelestarian lingkungan.